Sabtu, 12 November 2011

Contoh Kasus Jaringan


Pada gambar di atas terlihat jelas bahwa komputer-komputer ditempatkan pada dua kantor terpisah. Kantor pusat mempunyai 75 komputer client dan kantor cabang mempunyai 25 workstation.

Komputer-komputer pada kantor pusat dibagi dalam dua jaringan. Jaringan pertama adalah jaringan lokal yang terdiri dari 75 workstation ditambah 2 server, yaitu server file bernama FileKontrol dan server Proxy. Komputer-komputer di dalam jaringan lokal di kantor pusat ini mempunyai IP Address 192.168.0.1 – 192.168.0.75 kecuali FileKontrol dan Proxy dengan subnet mask 255.255.255.0. jaringan kedua adalah jaringan publik yang terdiri dari 2 server WebMail dan Proxy yang dari luar dikenal sebagai Gate.sitc.com. Semua server di dalam jaringan publik dihubungkan melalui sebuah switch publik.

Redhat


Red Hat, Inc (NYSE: RHT) adalah S & P 500 perusahaan di sektor bebas dan open source perangkat lunak, dan vendor distribusi Linux utama. Didirikan pada tahun 1993, Red Hat memiliki kantor pusat perusahaan di Raleigh, North Carolina dengan kantor satelit di seluruh dunia.

Red Hat telah menjadi terkait untuk sebagian besar dengan operasi perusahaan sistem nya Red Hat Enterprise Linux dan dengan akuisisi open-source middleware vendor yang JBoss perusahaan. Red Hat menyediakan sistem operasi platform bersama dengan produk middleware, aplikasi, dan manajemen, serta dukungan, pelatihan, dan layanan konsultasi.

Red Hat menciptakan, mempertahankan, dan memberikan kontribusi untuk banyak proyek perangkat lunak bebas dan juga telah memperoleh beberapa paket perangkat lunak berpemilik dan merilis kode sumber mereka di bawah GNU GPL sebagian besar sambil memegang hak cipta di bawah entitas komersial tunggal dan menjual lisensi lebih longgar. Pada Februari 2009, Red Hat adalah perusahaan penyumbang terbesar untuk kernel Linux.

DHCP Server

DHCP (Dynamic Host Control Protocol) server digunakan untuk memeberikan IP address kepada workstation atau mesin-mesin yang memerlukan IP address secara otomatis. Linux RedHat 9 telah menyediakan server dan client DHCP sehingga anda dapat menjadikan Linux sebagai server DHCP yang menentukan konfigurasi jaringan clientnya atau sebagai DHCP client yang mengambil informasi konfigurasi dari server lainnya.
Bab ini membahas berbagai bentuk konfigurasi server  DHCP. Anda dapat membaca Bab Konfigurasi Interface Network untuk mengetahui bagaimana menjadikan komputer sebagai salah satu client DHCP.
Terdapat 2 file konfigurasi DHCP Server. File utama adalah /etc/dhcpd.conf dan file pendukung untuk mencatat track permakaian IP address, /var/lib/dhcp/dhcpd.leases yang biasanya belum dibuat saat instalasi program DHCP servernya. Mudahnya buat kedua file itu sendiri.
Di dalam file /etc/dhcpd.conf terdapat pernyataan-pernyataan yang menentukan bagaimana suatu tugas dikerjakan, opsi-opsi konfigurasi jaringan apa yang akan dikirim ke client, juga menggambarkan topologi jaringan, menggambarkan client, menyediakan alamat untuk client.
Beberapa pernyataan harus dimulai oleh kata kunci option yang menunjukkan bahwa pernyataan tersebut bersifat opsional.
Langkah pertama dalam konfigurasi server DHCP adalah membuat file konfigurasi yang menyimpan informasi network client. Opsi-opsi global dapat dideklarasikan sebelum suatu bagian yang dibatasi oleh kurung kurawal dan berlaku untuk semua client, sedangkan opsi-opsi khusus dapat diterapkan untuk client atau kelompok client tertentu.
Konfigurasi Dasar DHCP
Sercara garis besar, langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat server DHCP adalah
  1. Buka file /etc/dhcpd.conf
  2. Masukkan baris-baris pernyataan sesuai dengan kebutuhan
  3. Restart server DHCP dengan perintah
Service dhcpd restart
Berikut ini adalah contoh file /etc/dhcpd.conf sederhana :
default-lease-time 3600;
max-lease-time 7200;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option routers 192.168.0.254;
option domain-name-servers 192.168.0.254, 192.168.0.253;
option domain-name “sitc.com”;
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
   range 192.168.0.11 192.168.0.40;
   range 192.168.0.101 192.168.0.200;
}

Jumat, 11 November 2011

Domain Name Service


Bab ini memberikan pengetahuan dasar mengenai domain name service yang menjadi tulang pungung sistem penamaan host di Internet. Pembaca belajar bagaimana membuat server name master, reverse lookup dan slave.
Pembaca juga diajak menggunakan tool grafis domain name service (redhat-config-bind) yang dapat digunakan untuk membuat domain dengan mudah dan cepat.
Sekilas DNS
Sekarang ini, Internet dan hampir semua jaringan lokal tergantung pada kerja dan ketangguhan Domain Name Service (DNS) yang digunakan untuk meresolve nama-nama sistem ke dalam IP address atau sebaliknya (reverse lookup). Agar fasilitas DNS tersedia di dalam jaringan, diperlukan sebuah nameserver.
DNS memungkinkan para pengguna jaringan komputer menggunakan nama seperti FileKontrol.sitc.com sebagai pengganti untuk mengingat IP address 192.168.0.253.
Pada saat suatu host di dalam suatu jaringan terhubung ke jaringan lain melalui nama host, disebut juga Fully Qualified Doamain Name (FQDN), DNS digunakan untuk mengetahui IP address dari host tersebut.
Penggunaan DNS juga memberikan keuntungan kepada administrator sistem berupa fleksibilitas untuk mengubah IP address suatu host tantpa mempengaruhi query-query berbasis nama terhadap mesin.
DNS normalnya diimplementasikan menggunakan sebuah server sentral yang mempunyai hak atas beberapa domain dan mengacu ke server DNS lain jika koneksi dilakukan ke domain yang berada diluar tanggungjawabnya.
Suatu aplikasi client akan meminta informasi dari name server yang biasanya berjalan pada port 53. nameserver akan mencoba meresolve FQDN berdasarkan libary resolver yang berisi informasi authoritative tentang data host yang diminta atau nama yang dicache oleh suatu query sebelumnya. Jika name server belum mempunyai jawaban di dalam library resolver  , name server memeriksa root name server, untuk memastikan name server mana yang bertanggungjawab atas FQDN yang diminta.
Kemudian, dengan informasi tersebut, ia akan meminta nama server yang mempunyai otoritas atas nama tersebut untuk menentukan IP address. Pada proses reverse lookup, digunakan prosedur yang sama, hanya saja query dibuat melalui suatu address, bukan nama.

Konfigurasi Network Interface Pada Server


Bab ini menguraikan bagaimana antarmuka jaringan di Linux dikonfigurasi sehingga memberikan fungsi jaringan yang diharapkan.
Pembaca akan memahami file-file apa yang harus dikonfigurasi.
Pada Linux Redhat, semua komunikasi jaringan terjadi antara interface (seperti NIC) yang telah dikonfigurasi dan peralatan jaringan fisik yang terkoneksi ke komputer.

File Konfigurasi Interface
Adalah file-file paling penting yang digunakan oleh Linux Redhat untuk konfigurasi jaringan. Pemahaman terhadap peranan file-file ini di dalam seting jaringan akan sangat bermanfaat pada waktu mengatur sistem secara keseluruhan.
File-file tersebut adalah :
1.     /etc/hosts. Tujuan utama dari file ini adalah untuk me-resolve hostname yang tidak dapat diresolve dengan cara lain. File ini juga dapat digunakan untuk meresolve nama-nama host (mirip DNS server) pada suatu jaringan yang tidak menggunakan DNS server. Minimal file ini harus berisi entry yang menentukan IP address peralatan loopback (127.0.0.1) sebagai localhost.localdomain.
2.      /etc/resolv.conf. file ini menentukan IP address dari DNS server dan penacarian domain (search domain). File ini diperiksa dan diproses pada saat booting.
3.       /etc/sysconfig/network. Menentukan informasi routing dan host untuk semua antarmuka jaringan.
4.   /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-<nama-interface>. setiap antarmuka jaringan pada sistem Linux Redhat mempunyai konfigurasi, satu interface dikonfigurasi di dalam satu file script. Setiap file script memberikan informasi tertentu mengenai interface jaringan di dalamnya.