Sabtu, 12 November 2011

DHCP Server

DHCP (Dynamic Host Control Protocol) server digunakan untuk memeberikan IP address kepada workstation atau mesin-mesin yang memerlukan IP address secara otomatis. Linux RedHat 9 telah menyediakan server dan client DHCP sehingga anda dapat menjadikan Linux sebagai server DHCP yang menentukan konfigurasi jaringan clientnya atau sebagai DHCP client yang mengambil informasi konfigurasi dari server lainnya.
Bab ini membahas berbagai bentuk konfigurasi server  DHCP. Anda dapat membaca Bab Konfigurasi Interface Network untuk mengetahui bagaimana menjadikan komputer sebagai salah satu client DHCP.
Terdapat 2 file konfigurasi DHCP Server. File utama adalah /etc/dhcpd.conf dan file pendukung untuk mencatat track permakaian IP address, /var/lib/dhcp/dhcpd.leases yang biasanya belum dibuat saat instalasi program DHCP servernya. Mudahnya buat kedua file itu sendiri.
Di dalam file /etc/dhcpd.conf terdapat pernyataan-pernyataan yang menentukan bagaimana suatu tugas dikerjakan, opsi-opsi konfigurasi jaringan apa yang akan dikirim ke client, juga menggambarkan topologi jaringan, menggambarkan client, menyediakan alamat untuk client.
Beberapa pernyataan harus dimulai oleh kata kunci option yang menunjukkan bahwa pernyataan tersebut bersifat opsional.
Langkah pertama dalam konfigurasi server DHCP adalah membuat file konfigurasi yang menyimpan informasi network client. Opsi-opsi global dapat dideklarasikan sebelum suatu bagian yang dibatasi oleh kurung kurawal dan berlaku untuk semua client, sedangkan opsi-opsi khusus dapat diterapkan untuk client atau kelompok client tertentu.
Konfigurasi Dasar DHCP
Sercara garis besar, langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat server DHCP adalah
  1. Buka file /etc/dhcpd.conf
  2. Masukkan baris-baris pernyataan sesuai dengan kebutuhan
  3. Restart server DHCP dengan perintah
Service dhcpd restart
Berikut ini adalah contoh file /etc/dhcpd.conf sederhana :
default-lease-time 3600;
max-lease-time 7200;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option routers 192.168.0.254;
option domain-name-servers 192.168.0.254, 192.168.0.253;
option domain-name “sitc.com”;
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
   range 192.168.0.11 192.168.0.40;
   range 192.168.0.101 192.168.0.200;
}

Baris-baris di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
Semua pernyataan di dalam file tersebut bersifat global, semua ditulis sebelum deklarasi subnet 192.168.0.0. Artinya, semua pernyataan sebelum deklarasi subnet berlaku untuk semua client, termasuk client di dalam subnet lain jika ada.
Baris pertama menunjukkan bahwa server DHCP memeberikan waktu sewa (lease time) kepada client selama 3600 detik atau 1 jam sedangkan waktu sewa maksimal adalah 2jam (7200). Anda dapat mengatur lama sewa sesuai kebutuhan jaringan yang dikelola, misalnya 86400 atau 1 hari. Pada jaringan perkantoran sebaiknya lama waktu sewa dibuat lebih besar, misalnya 1 tahun yaitu, 31536000 detik.
Baris berikutnya client yang akan menerima IP address dari server ini akan mempunyai subnet mask default 255.255.255.0. Kemudian baris di bawahnya menyatakan bahwa client akan mempunyai alamat broadcast 192.168.0.255.
Selanjutnya ditemukan konfigurasi yang berhubungan dengan koneksi atar jaringan, dan konfigurasi ini harus disertakan agar client dapat memiliki akses Internet. Pertama, semua client dikonfigurasi agar menjadi server dengan IP address 192.168.0.254 sebagai gateway, sebagai router. Client juga dikonfigurasi untuk merujuk ke server yang sama saat memerlukan informasi zona DNS sebagai rujukan pertama, sedangkan rujukan kedua, jika rujukan pertama tidak memberikan jawaba, adalah server dengan IP address 192.168.0.253 yang berfungsi sebagai slave. Zona domain yang dirujuk adalah sitc.com.
Terakhir ditemukan baris-baris berikut :
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
   range 192.168.0.11 192.168.0.40;
   range 192.168.0.101 192.168.0.200;
}
Pernyataan di atas digunakan untuk menyewakan alamat-alamat IP mulai dari 192.168.0.11 sampai 192.168.0.40 dan mulai 192.168.0.101 sampai 192.168.0.200, artinya terdsapat 2 blok IP address yang disewakan. Pada kebanyakan server DHCP, sangat jarang dilakukan pembatasan IP seperti ini, semua IP address, mulai 192.168.0.1 sampai 192.168.0.254 disewakan untuk workstation, kecuali IP address yang digunakan oleh server DHCP sendiri.
Mencatat Daftar Sewa
Setelah knfigurasi server DHCP dilakukan, Anda harus membuat file /var/lib/dhcp/dhcpd.leases yang akan mencatat daftar semua client yang menggunakan server DHCP tersebut. File ini harus dibuat sendiri karena Linux RedHat 9 belum menyediakannya. Anda dapat membuat file tersebut menggunakan perintah touch, sebagai berikut :
touch /var/lib/dhcp/dhcpd.leases
Anda akan sering mengakses file sewa ini untuk mendapatkan informasi kapan dan telah berapa lama client menggunakan layanan DHCP.
Menjalankan Daemon DHCP
Setelah konfigurasi, anda perlu mengaktifkan server DHCP agar dapat menerima permintaan konfigurasi jaringan dari client.
Pada Linux RedHat, anda dapat menggunakan program chkconfig agar daemon dhcp selalu dipanggil saat sistem linux boot.
chkconfig –-add dhcpd
chkconfig dhcpd on
jika Linux Anda tidak menyertakan program chkconfig, masukkan perintah untuk menjalankan server DHCP dalam salah satu file di /etc/rc.d, biasanya ke dalam file /etc/rc.d/rc3.d yaitu file yang dijalankan saat boot init 3 (network support and multiuser), atau ke dalam file /etc/rc.d/rc.local. Masukan baris ini :
[root@Proxy /]# /etc/rc.d/init.d/dhcpd start
Atau jika anda telah menjalankan server DHCP sebelumnya restart server tersebut :
[root@Proxy /]# /etc/rc.d/init.d/dhcpd restart
Atau lebih mudah dengan menjalankan perintah :
[root@Proxy /]# service dhcpd restart
Untuk menghentikan daemon (server/service) DHCP jalankan :
[root@Proxy /]# /etc/rc.d/init.d/dhcpd stop
DHCP untuk Banyak Jaringan
DHCP Server juga dapat di set up agar menangani lebih dari satu network (atau sub network), Anda harus membuat setiap entri subnet tersebut dalam file konfigurasi. Anda juga dapat memberikan WINS server kepada workstation yang telah memperoleh IP address dari DHCP server. WINS server dapat dibangun menggunakan Windows NT atau samba File Server yang merupakan file sharing server Andalan sistem operasi keluarga UNIX.
Berikut ini adalah konfigurasi DHCP Server yang menghandle 2 network, 192.168.0.0 dan 192.168.1.0 serta menyertakan fasilitas WINS Server Support :
default-lease-time 3600;
max-lease-time 7200;
option subnet-mask 255.255.255.0;

subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
   range 192.168.0.101 192.168.0.200
}

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
   range 192.168.1.1 192.168.1.250
}
Karena anda membuat dua network maka harus terdapat 2 interface pada mesin yang digunakan server DHCP. Interface eth0 mengarah ke network 192.168.0.0 dan eth1 ke network 192.168.1.0.
Pada dua contoh di atas, konfigurasi jaringan client ditempatkan sebagai parameter global, artinya, baik client yang berada pada jaringan 192.168.1.0 maupun 192.168.0.0 mempunyai konfigurasi yang sama. Bagaimana agar setiap subnet mempunyai konfigurasi yang berbeda ? Anda harus menulis konfigurasi tersibut di dalam deklarsi subnet.
Isi file /etc/dhcpd.conf berikut menerapkan dua konfigurasi berbeda untuk dua subnet :
option subnet-mask 255.255.255.0;
option domain-name “sitc.com”;

subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
   default-lease-time 3600;
   max-lease-time 7200;
  
   option broadcast-address 192.168.0.255;
   option routers 192.168.0.254;
   option domain-name-servers 192.168.0.254;

   range 192.168.0.101 192.168.0.200;
}

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
   default-lease-time 7200;
   max-lease-time 14400;
  
   option broadcast-address 192.168.0.255;
   option routers 192.168.1.254;
   option domain-name-servers 192.168.1.254;

   range 192.168.1.1 192.168.1.250
}
Baris-baris di atas memperlihatkan bahwa subnet 192.168.0.0 hanya dapat menyewa IP address dari server paling lama 2 jam, sedangkan subnet 192.168.1.0 dapat menyewa IP address selama 4 jam. Kedua subnet ini menggunakan domain yang sama sitc.com tetapi server name yang digunakan seolah-olah berbeda 192.168.0.254 dan 192.168.1.254.
Pada kasus di atas, mungkin anda membuat domain server pada komputer X yang mempunyai 3 Ethernet card. Ethernet card pertama mempunyai IP address 192.168.0.254 dan melayani subnet 192.168.0.0 sedangkan Ethernet card kedua mempunyai IP address 192.168.1.254 untuk jaringan 192.168.1.254. Ethernet card ketiga, misalnya digunakan untuk koneksi ke internet yang mempunyai IP address 64.110.100.131.
Bagaimana jika anda mempunyai 2 atau 3 Ethernet seperti di atas tetapi hanya ingin memberikan IP address kepada client yang berada pada jaringan 192.168.1.0 melalui Ethernet kedua, tidak untuk jaringan 192.168.0.0 apalagi untuk jaringan publik? Masalah ini dapat diselesaikan dengan mengubah baris DHCPDARGS pada file /etc/sysconfig/dhcpd. Pastikan terdapat baris seperti berikut :
# Command line Option here
# hanya menerima request pada Ethernet kedua
DHCPDARGS=eth1
Shared-Network dan Group
Semua subnet yang berbagi pakai jaringan fisik yang sama sebaiknya dideklarasikan seperti contoh di bawah ini :
shared-network lokal {
   option domain-name “sitc.com”;
   option domain-name-servers 192.168.0.254;
   option routers 192.168.0.254;

   subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
         # konfigurasi khusus subnet ini
         range 192.168.0.1 192.168.31
   }

   subnet 192.168.0.32 netmask 255.255.255.0 {
         # konfigurasi khusus subnet ini
         range 192.168.0.33 192.168.0.63
   }
}
Parameter-parameter di dalam shared-network tetapi diluar deklarasi subnet berlaku sebagai parameter global. Dengan kondisi seperti itu, anda dapat memberikan konfigurasi umum yang sama untuk semua client, tetapi pada client-client tertentu, misalnya pada subnet 192.168.0.32 diberikan konfigurasi tambahan yang berbeda dengan subnet lain.
Perlu diketahui bahwa konfigurasi di atas menggunkana dua subnet pada satu interface jaringan fisik, satu Ethernet card dan kelas berbeda dengan konfigurasi pada banyak Ethernet card.
Anda juga dapat menggunakan parameter group              untuk membuat kelompok-kelompok konfigurasi berbeda yang akan diterapkan pada client/host yang berbeda. Perhatikan konfigurasi di bawah ini :
group {
   option routers 192.168.0.254;
   option subnet-mask 255.255.255.0;
   option domain-name “sitc.com”;
   option domain-name-servers 192.168.0.254;
   host Ws01 {
         option host-name “Ws01.sitc.com”;
         hardwere ethernet 00:AE:34:B4:D3:D1;
         fixed-address 192.168.0.1;
}
Host Ws02 {
      option host-name “Ws02.sitc.com”;
      hardware ethernet 00:AD:36:DA:E3:56;
      fixed-address 192.168.0.2;
}
}
Memberikan IP Statis
Pada konfigurasi server DHCP pertama di atas, semua IP address di dalam range yang dideklarasikan dapat digunakan oleh client artinya, client bisa memperoleh IP address yang berbeda setiap kali melakukan request ke server DHCP. Jadi, IP address yang diterima client bersifat dinamis.
DHCP server dapat diset agar memberikan IP address tetap kepada client tertentu. Misalnya, anda ingin agar komputer bernama WS15 tetap memperoleh IP address 192.168.0.150. Hal ini sering digunakan dalam konfigurasi Diskless Workstation menggunakan Linux. Degan cara ini, setiap kali komputer client melakukan koneksi ke server DHCP, client tersebut selalu memperoleh IP address yang sama, dan ini tentu saja mempermudah manajemen jaringan.
Berikut ini adalah konfigurasi file /etc/dhcpd.conf yang memberikan IP address statis 192.168.0.150 kepada workstation WS15:
default-lease-time 3600;
max-lease-time 7200;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option routers 192.168.0.254;
option domain-name-servers 192.168.0.254;
option domain-name “sitc.com”;
option netbios-name-servers 192.168.0.253;

subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
   range 192.168.0.101 192.168.0.200;
}

host WS15 {
   option host-name “WS15.sitc.com”;
   hardware ethernet 00:04:D4:65:E2:1B;
   fixed-address 192.168.0.150;
}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar