Sabtu, 12 November 2011

Contoh Kasus Jaringan


Pada gambar di atas terlihat jelas bahwa komputer-komputer ditempatkan pada dua kantor terpisah. Kantor pusat mempunyai 75 komputer client dan kantor cabang mempunyai 25 workstation.

Komputer-komputer pada kantor pusat dibagi dalam dua jaringan. Jaringan pertama adalah jaringan lokal yang terdiri dari 75 workstation ditambah 2 server, yaitu server file bernama FileKontrol dan server Proxy. Komputer-komputer di dalam jaringan lokal di kantor pusat ini mempunyai IP Address 192.168.0.1 – 192.168.0.75 kecuali FileKontrol dan Proxy dengan subnet mask 255.255.255.0. jaringan kedua adalah jaringan publik yang terdiri dari 2 server WebMail dan Proxy yang dari luar dikenal sebagai Gate.sitc.com. Semua server di dalam jaringan publik dihubungkan melalui sebuah switch publik.

Di dalam jaringan publik terdapat peralatan untuk koneksi ke ISP melalui satelit (VSAT). Peralatan tersebut adalah Router yang mempunyai IP Address 64.110.100.129 subnet mask 255.255.255.128 pada E0 untuk koneksi ke jaringan publik, dan IP address 64.110.100.129 subnet mask 255.255.255.224 pada S0 untuk koneksi ke ISP. Koneksi interface S0 ke ISP dilakukan melalui sebuah modem satelit yang selanjutnya menuju piringan satelit.
Peralatan lain adalah sebuah DVB Receiver yang sering digunakan untuk menerima jumlah data yang besar. Dalam kerjanya, DVB selalu bekerja sama dengan Router. Peralatan ini mempunyai IP address 64.110.100.130 subnet mask 255.255.255.128.

Perlu diperhatikan juga bahwa di kantor pusat terdapat sejumlah swicth, yaitu :
  1. Switch Publik, merupakan media penghubung semua peralatan di dalam jaringan publik 64.110.100.128/25.
  2. Switch Lokal, merupakan media penghubung semua switch lain yang terdapat di dalam jaringan lokal. Server FileKontrol dan Proxy terhubung ke jaringan lokal melalui switch ini.
  3. Empat buah switch 20 port untuk menghubungkan 75 workstation ke switch lokal sehingga semua worksation dapat saling berkomunikasi.

Sekarang terlihat jelas, bahwa workstation berkomunikasi dengan Proxy dan selanjutnya ke Internet melalui Switch Lokal.

Hubungan antara kantor cabang dan pusatnya dilakukan melalui koneksi wireless gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz. Kedua radio tersebut hanya difungsikan sebagai bridge, tidak melakukan routing sehingga dapat dianggap bahwa hubungan kedua radio tersebut membentuk seutas kabel biasa.

Radio1 yang dipasang di kantor pusat diberi IP address 192.168.0.1, sedangkan radio pada kantor cabang diberi IP address 192.168.0.3. keduanya mempunyai subnet mask default 255.255.255.0.

Pada kantor pusat terdapat 3 server, yaitu :
  1. FileKontrol. Server ini berfungsi sebagai Primary Domain Controller (PDC) untuk semua workstation di kantor pusat. Ini dilakukan agar hanya pengguna yang telah terdaftar di server yang dapat menggunakan resource jaringan. Kondisi ini memaksa, hanya karyawan yang diberi wewenang yang dapat log in ke dalam jaringan. Penerapan seperti ini akan sangat menguntungkan dari sisi keamanan dan pengelolaan data di dalam jaringan.

Komputer bernama FileKontrol juga berfungsi sebagai pengelola fasilitas file dan print sharing.

Komputer FileKontrol berada di dalam jaringan lokal dan mempunyai IP address 192.168.0.253 dan subnet mask default 255.255.255.0

  1. WebMail. Server ini tidak termasuk anggota jaringan lokal 192.168.0.0/24. server WebMail berada pada jaringan 64.110.100.128/25 sehingga dapat diakses dari internet.

Server ini menyediakan layanan web site dan web mail yang dapat di akses melalui internet dan jaringan lokal, baik pada kantor pusat maupun kantro cabang. Server ini juga menyediakan layanan FTP untuk karyawan tertentu sehingga dapat mengambil atau menempatkan file melalui internet.

Serever WebMail mempunyai IP address 64.110.100.132 dengan subnet mask 255.255.255.128.

  1. Proxy. Server ini merupakan pintu gerbang ke internet. Semua workstation baik di dalam jaringan lokal kantor pusat maupun kantor cabang akan dapat mengakses internet melalui server ini.

Karena merupakan pintu keluar masuk data dari dan ke internet maka server ini harus mempunyai kemampuan menyimpan file-file yang telah diakses oleh jaringan lokal (fungsi cache), mampu melindungi penyusupan dari luar, memberikan batasan akses kepada pengguna, mungkin melindungi penyusupan dari luar, memberikan batasan akses kepada pengguna, mungkin hanya komputer tertentu yang dapat melakukan transfer file dan log in utnuk pemakaian server ini dari jauh.

Fungsi-fungsi di atas menyebabkan server ini berada di dalam dua jaringan sekaligus. Pertama adalah sebagai anggota jaringan lokal dengan IP address 192.168.0.254 subnet mask 255.255.255.0 dan anggota jaringan publik 64.110.100.128/25 dengan IP address 64.110.100.131 subnet mask 255.255.255.128. artinya, secara hardware server ini mempunyai 2 kartu jaringan, Ethernet Card, satu untuk koneksi ke dalam dan satu keluar, dalam Linux dikenal sebagai Eth0 untuk kartu pertama dan Eth1 untuk kartu kedua.

Server ini juga memegang kendali atas penamaan mesin-mesin di dalam jaringan melalui pemasangan server DNS. Proxy menyediakan fasilitas log in jarak jauh melalui server SSH  sehingga Administrator jaringan dapat menangani masalah yang ada melalui internet.

Sekarang perhatikan jaringan kantor cabang. Semua data dari kantor pusat atau sebaliknya selalu melewwati perantara berupa peralatan koneksi radio yang dipasang pada dua kantor.

Jaringan kantor cabang terdiri dari 25 workstation tanpa media penyimpanan data, atau disebut diskless workstation serta 1 server Diskless yang berfungsi sebagai sentral akses untuk diskless workstation. Berbeda dengan workstation pada jaringan lokal kantor pusat yang menggunakan Windows sebagai sistem operasi, semua workstation pada kantor cabang menggunakan Linux sebagai sistem operasinya. Semua pekerjaan dilakukan di lingkungan Linux menggunakan aplikasi yang telah disertakan seperti OpenOffice untuk pengolahan dokumen, Mozilla untuk web browsing, dan Evolution untuk akses email POP3. workstation diskless menyimpan semua datanya di server dan ini menguntungkan dari sisi keamanan data dan kemudahan perawatan jaringan.

Komputer pada jaringan kantor cabang mempunyai IP  address 192.168.0.101–192.168.0.125 dengan subnet mask default 255.255.255.0. Khusus server Diskless mempunyai IP address 192.168.0.252 dengan subnet mask default 255.255.255.0.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar